Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya turnover karyawan pada perusahaan startup yang dipengaruhi oleh job demands dan psychological well-being, serta peran work flexibility sebagai mekanisme intervening. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh job demands dan psychological well-being terhadap turnover intention, baik secara langsung maupun melalui work flexibility. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan metode survei. Populasi penelitian adalah 200 karyawan milenial PT XYZ, dengan sampel sebanyak 100 responden yang diambil menggunakan proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert, dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demands dan psychological well-being berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, sementara work flexibility tidak berpengaruh langsung namun berperan sebagai variabel mediasi yang signifikan.Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan beban kerja dan peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan, yang didukung oleh fleksibilitas kerja, merupakan strategi penting untuk menurunkan turnover intention pada perusahaan startup
Copyrights © 2026