Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian naskah Lontara sebagai warisan budaya Bugis-Makassar yang menghadapi ancaman kerusakan fisik dan keterbatasan akses informasi. Penelitian bertujuan menganalisis peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam transformasi digital naskah Lontara sebagai upaya revitalisasi budaya lokal. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu perpustakaan, filologi, studi budaya, dan teknologi informasi. Populasi penelitian meliputi pustakawan, arsiparis, pengelola arsip, dan komunitas budaya, sedangkan sampel ditentukan secara purposive berdasarkan keterlibatan dalam proses digitalisasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dilakukan melalui identifikasi naskah, pemotretan digital, pengolahan metadata, penyimpanan digital, dan publikasi koleksi dengan dukungan kolaborasi lintas lembaga. Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, peralatan, dan kondisi fisik manuskrip yang rapuh. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi digital naskah Lontara berperan penting dalam preservasi informasi, peningkatan aksesibilitas budaya, serta revitalisasi nilai budaya Bugis-Makassar di era digital.
Copyrights © 2026