Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi dua arah yang diterapkan Humas UPTD PIP2B dalam menjembatani pemerintah dan masyarakat, serta mengidentifikasi efektivitas dan tantangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap pihak Humas UPTD PIP2B, dilengkapi observasi kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pengawasan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi dua arah dilakukan melalui sosialisasi lapangan, pelatihan berbasis kebutuhan, dan partisipasi 11 unsur masyarakat. Pendekatan ini meningkatkan kapasitas SDM, membangun kepercayaan publik, dan memastikan layanan serta regulasi tersampaikan secara efektif. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan variasi kebutuhan masyarakat, komunikasi dua arah tetap menjadi strategi penting untuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan pembangunan sektor konstruksi.
Copyrights © 2026