Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi anak usia 6 tahun masuk Sekolah Dasar (SD) melalui perspektif kesiapan belajar dan perkembangan anak. Kajian disusun menggunakan metode studi literatur dengan memanfaatkan berbagai hasil penelitian, buku, peraturan pemerintah, serta publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik kesiapan sekolah (school readiness). Pembahasan difokuskan pada karakteristik kesiapan anak usia 6 tahun dalam memasuki pendidikan dasar serta berbagai faktor yang mendukung keberhasilan adaptasi mereka di lingkungan sekolah. Hasil telah menunjukkan bahwa implementasi anak usia 6 tahun masuk SD tidak hanya ditentukan oleh usia kronologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan kognitif, bahasa, sosial-emosional, motorik, dan kemandirian anak. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa anak yang memiliki stimulasi yang baik dari keluarga dan pendidikan anak usia dini cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Sebaliknya, anak yang belum memiliki kesiapan pada aspek-aspek tersebut sering mengalami kesulitan dalam mengikuti aturan, berinteraksi dengan teman sebaya, serta memahami kegiatan belajar di kelas. Berbagai kajian juga menjelaskan bahwa dukungan orang tua, pengalaman belajar di PAUD atau TK, serta lingkungan sekolah yang ramah anak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan usia masuk SD. Oleh karena itu, penentuan kesiapan anak untuk memasuki jenjang Sekolah Dasar hendaknya dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek perkembangan, bukan hanya berdasarkan usia semata.
Copyrights © 2026