Penurunan usaha di bidang kuliner perkotaan sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan para pelaku usaha dalam menerapkan praktik technopreneurship secara konsisten. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran usaha Cafe Galdina di Kota Tegal dari sudut pandang daya saing digital yang berlandaskan technopreneurship. Metode yang diterapkan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan studi kasus simulatif, yang mengintegrasikan kajian pustaka menyeluruh terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan dan simulasi situasi bisnis berdasarkan pola empiris dari penelitian sebelumnya. Hasil analisis mengungkapkan bahwa penurunan Cafe Galdina disebabkan oleh empat faktor utama: (1) tidak adanya strategi pemasaran digital yang terencana, termasuk kurangnya penggunaan media sosial dan platform e-commerce makanan; (2) lemahnya penerapan sistem manajemen berbasis teknologi seperti sistem point-of-sale digital dan reservasi online; (3) rendahnya fokus pada inovasi produk dan layanan yang sesuai dengan tren konsumen; dan (4) tidak adanya ekosistem technopreneurship yang mendukung digitalisasi UMKM kuliner. Studi ini memberikan sumbangan dalam pembangunan kerangka analisis technopreneurship untuk usaha kafe berskala kecil hingga menengah di kota-kota tier dua di Indonesia, terutama di Kota Tegal. Implikasi praktisnya meliputi saran untuk mengadopsi teknologi secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan sumber daya UMKM kuliner.
Copyrights © 2026