Peran olahraga tradisional merupakan sarana strategis dalam memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda sekaligus sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan peran olahraga tradisional sebagai strategi edukatif dan kultural di Kampung Emas Serut dan Terbah bagi anak dan dewasa usia 7 hingga 55 tahun. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran olahraga tradisional ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerjasama (85%), disiplin (78%), sportivitas (82%), dan rasa cinta terhadap budaya sendiri (90%). Peserta terlibat aktif dalam berbagai jenis permainan tradisional seperti Jemparingan, Engrang, Engklek, hingga Estafet Balok, yang dikemas dalam format menarik dan kontekstual sesuai usia. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai 88% dari total sasaran, meliputi interaksi lintas generasi yang memperkuat ikatan sosial antarwarga dan membuka ruang berbagi pengetahuan budaya. Dengan demikian, peran olahraga tradisional berpotensi menjadi model kegiatan edukatif dan kultural yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pengembangan masyarakat berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025