Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk komunikasi simbolik dan peran tradisi Ngejalang Pangan dalam menjalin serta mempererat tali silaturahmi di Dusun Bumi Agung, Kabupaten Pesisir Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Data dikumpulkan melalui teknik observasi nonpartisipatif, wawancara mendalam terhadap tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngejalang Pangan memuat berbagai simbol nonverbal yang kaya makna, seperti penggunaan pahakh, jabat tangan, senyuman, dan aktivitas makan bersama. Simbol-simbol tersebut merepresentasikan nilai ukhuwah (persaudaraan), ta'awun (tolong-menolong), keikhlasan, dan rasa syukur yang diakulturasikan dengan budaya masyarakat Saibatin. Tradisi ini terbukti efektif menjadi media dakwah kultural dan resolusi konflik sosial, sekaligus memotivasi para perantau untuk kembali ke kampung halaman demi menjaga keutuhan tali kekerabatan. Pentingnya penelitian ini terletak pada dokumentasi ilmiah kearifan lokal yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan adat istiadat di tengah arus modernisasi
Copyrights © 2026