Rendahnya pemahaman konsep perbandingan pada siswa sekolah menengah pertama menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai bentuk media microlearning berbasis masalah, efektivitas implementasinya, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya dalam meningkatkan pemahaman konsep perbandingan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 terhadap artikel yang dipublikasikan selama periode 2021–2025. Data dianalisis melalui sintesis tematik dan deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan lintas penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa video animasi merupakan media yang paling banyak digunakan, sedangkan aplikasi berbasis Android memberikan hasil pembelajaran yang paling optimal. Secara keseluruhan, microlearning berbasis masalah terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui penyajian masalah kontekstual, visualisasi yang menarik, interaktivitas media, dan dukungan teknologi yang memadai. Temuan ini menegaskan bahwa microlearning berbasis masalah merupakan pendekatan yang efektif untuk memperkuat pembelajaran matematika sekaligus mendukung transformasi pembelajaran digital di tingkat sekolah menengah pertama.
Copyrights © 2026