Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan arsip dalam riset lada lampung pada masa ekonomi liberal awal abad XX. Penelitian menggunakan metode sejarah yang dioperasionalkan melalui penelusuran, seleksi, kritik, perbandingan silang, interpretasi, dan historiografi. Korpus penelitian terdiri atas 39 dokumen primer berupa laporan dan publikasi pemerintah kolonial, statistik perdagangan, artikel surat kabar sezaman, serta peta dan dokumentasi visual. Sumber diperoleh dari Arsip Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Delpher, Trove–National Library of Australia, dan koleksi KITLV–Leiden University Libraries. Penelusuran digital menggunakan variasi kata kunci "Lampong", "Lampongsche Districten", "peper", "zwarte peper", "peperhandel", "peperprijzen", dan "uitvoer van peper". Sumber dipilih berdasarkan relevansi geografis, temporal, tematik, kejelasan provenans, dan keterverifikasiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lada Lampung tetap diminati pasar ekspor pada awal abad XX, tetapi perdagangan komoditas ini ditandai oleh ketidakstabilan harga. Pemberitaan perdagangan 13 April 1911 memperlihatkan keterlibatan lada dalam arus ekspor komoditas Hindia Belanda menuju Eropa. Kerentanan meningkat setelah krisis 1929 ketika penurunan harga komoditas ekspor menekan perdagangan lada Lampung. Dengan demikian, perkembangan lada Lampung ditentukan oleh kondisi produksi lokal, struktur ekonomi kolonial, dan perubahan pasar internasional. Pemanfaatan arsip digital memungkinkan penelusuran perubahan tersebut secara lebih luas, komparatif, dan terverifikasi.
Copyrights © 2026