Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas produksi, dan penguatan ekonomi lokal. Meskipun demikian, bukti empiris mengenai pengaruh indikator-indikator UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih menunjukkan hasil yang beragam, khususnya pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan UMKM serta menguji pengaruh aset, tenaga kerja, jumlah unit usaha, dan omzet terhadap PDRB kabupaten/kota di Provinsi Jambi selama periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel melalui Fixed Effect Model (FEM). Populasi penelitian meliputi seluruh 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi dengan teknik saturated sampling, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui pengujian asumsi klasik, pemilihan model data panel, serta uji parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PDRB. Secara parsial, tenaga kerja dan jumlah unit usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, sedangkan aset dan omzet tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas penyerapan tenaga kerja dan perluasan jumlah unit usaha memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan akumulasi aset maupun peningkatan omzet UMKM. Penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan pengembangan UMKM perlu diarahkan pada perluasan kesempatan berusaha, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan kapasitas pelaku usaha sebagai strategi utama dalam meningkatkan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Jambi.
Copyrights © 2026