Dinamika variabel makroekonomi merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja pasar saham, namun respons pasar berbeda antara negara maju dan negara berkembang karena perbedaan struktur ekonomi dan tingkat kematangan pasar keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, dan suku bunga terhadap kinerja pasar saham di enam negara Asia selama periode 2010–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel untuk mengevaluasi hubungan antara indikator makroekonomi dan imbal hasil saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh positif terhadap kinerja pasar saham, terutama pada negara maju, sedangkan suku bunga cenderung berhubungan negatif dan inflasi menunjukkan pengaruh yang relatif lemah setelah memperhitungkan karakteristik spesifik masing-masing negara. Temuan ini mengindikasikan bahwa pasar saham di negara maju lebih responsif terhadap perubahan kondisi makroekonomi dibandingkan negara berkembang yang masih dipengaruhi oleh faktor-faktor struktural dan volatilitas pasar. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai transmisi variabel makroekonomi terhadap pasar saham serta memberikan implikasi bagi investor dan perumus kebijakan dalam merancang strategi investasi dan stabilitas pasar keuangan di kawasan Asia.
Copyrights © 2026