Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, kendala, dan strategi yang dimiliki objek wisata budaya Candi Bahal Portibi dalam Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan informan yang dipilih secara Snowball Sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teknik SWOT dengan pendekatan IFAS-EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) potensi wisata Candi Bahal tergolong tinggi dengan total skor 1,20, yang ditunjang oleh nilai sejarah dan budaya, keunikan arsitektur, fungsi religi sebagai tempat ibadah umat Buddha, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan wisata. Secara eksternal, peluang pengembangan memperoleh total skor 1,14, melalui meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata budaya, kerja sama dengan pelaku UMKM, serta potensi pengembangan event budaya tahunan. (2) faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan wisata Candi Bahal, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat, belum optimalnya peran Pokdarwis, keterbatasan fasilitas umum, dan minimnya dukungan anggaran dan promosi dengan skor kelemahan internal 0,84 dan ancaman eksternal 0,94. (3) hasil analisis SWOT pendekatan IFAS-EFAS menunjukkan skor kekuatan dan kelemahan (0,36) dan skor peluang dan ancaman (0,2) yang berarti posisi berada pada kuadran I (Growth Oriental Strategy). Strategi ini bertujuan memanfaatkan kekuatan internal untuk meraih peluang eksternal dengan fokus pada peningkatan peran masyarakat melalui pelatihan dan program desa wisata, penguatan koordinasi antara pemerintah dan pengelola, serta promosi dan penyelenggaraan event budaya untuk memperkuat daya tarik Candi Bahal sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Padang Lawas Utara.
Copyrights © 2026