Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan pariwisata di Kabupaten Rote Ndao akibat lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika kolaborasi multi-pemangku kepentingan serta hambatan dalam pengembangan pariwisata berbasis model pentahelix. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian melibatkan seluruh aktor pentahelix, dengan sampel 19 informan yang dipilih secara purposive. Instrumen utama adalah peneliti, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terjadi namun masih bersifat situasional, top-down, dan berbasis event, dengan ketidakseimbangan sumber daya antaraktor. Dampak yang dihasilkan berupa peningkatan kunjungan wisatawan dan ekonomi masyarakat, tetapi bersifat temporer dan belum berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi berada pada tahap transisional dan memerlukan penguatan melalui forum multipihak yang terstruktur, peningkatan kapasitas aktor, serta perbaikan infrastruktur untuk mencapai pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026