Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi lada di Desa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor dalam Social Cognitive Career Theory (SCCT), yaitu efikasi diri (self-efficacy), harapan hasil (outcome expectations), serta faktor eksternal berupa stigma sosial dan paparan digital terhadap persepsi Generasi Z terhadap pertanian sebagai pilihan karier. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan pada mahasiswa Generasi Z program studi pertanian dan bidang terkait di beberapa perguruan tinggi di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan efikasi diri, harapan hasil, stigma sosial, dan paparan digital berpengaruh signifikan terhadap persepsi Generasi Z terhadap pertanian sebagai karier dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,724 menunjukkan bahwa 72,4% variasi persepsi karier dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut, sedangkan 27,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, harapan hasil merupakan faktor yang paling dominan dengan koefisien regresi sebesar 0,445 dan nilai signifikansi 0,000. Efikasi diri dan paparan digital juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi karier Generasi Z di bidang pertanian. Sementara itu, stigma sosial terhadap pertanian tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,066. Temuan ini menunjukkan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri, ekspektasi manfaat yang diperoleh, serta akses informasi pertanian melalui media digital berperan penting dalam membentuk persepsi positif Generasi Z terhadap sektor pertanian. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi dan promosi pertanian berbasis teknologi digital untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap karier di bidang pertanian.
Copyrights © 2026