Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi politik digital dan etika tabayyun terhadap partisipasi politik masyarakat Muslim di Kecamatan Johar Baru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei korelasional-regresional. Populasi penelitian berjumlah sekitar 200 masyarakat Muslim yang berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki hak pilih, dengan sampel sebanyak 30 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji prasyarat analisis, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas sangat tinggi, dengan nilai Cronbach’s Alpha 0,984 untuk literasi politik digital, 0,989 untuk etika tabayyun, dan 0,989 untuk partisipasi politik. Hasil regresi menghasilkan persamaan Y = 13,309 - 0,719X1 + 1,576X2. Secara parsial, literasi politik digital berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik, tetapi koefisiennya bernilai negatif karena adanya multikolinearitas tinggi antara X1 dan X2. Etika tabayyun berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi politik. Secara simultan, literasi politik digital dan etika tabayyun berpengaruh signifikan terhadap partisipasi politik dengan nilai F sebesar 1009,386 dan R Square 0,987. Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi politik masyarakat Muslim membutuhkan kecakapan digital-politik sekaligus tanggung jawab etis dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi politik. Penelitian ini menegaskan pentingnya tabayyun sebagai prinsip komunikasi Islam yang dapat dioperasionalkan dalam kajian komunikasi politik digital.
Copyrights © 2026