Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berbasis limbah peternakan berpotensi menjadi sumber energi terbarukan di pedesaan Indonesia. Namun demikian, kelayakan tekno-ekonomi PLTBg skala komunitas berbasis manur sapi di Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi pengembangan PLTBg melalui tinjauan tekno-ekonomi di Desa Piru. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Juni 2025 berdasarkan studi dokumentatif dengan analisis data sekunder kawasan peternakan sapi potong Kecamatan Seram Barat. Analisis meliputi estimasi potensi manur sapi, perancangan digester fixed dome, konversi biogas menjadi listrik, serta kelayakan investasi menggunakan NPV, BCR, IRR, dan periode pengembalian modal. Hasil analisis menunjukkan perkiraan kawasan memiliki 170 peternak dengan 1.050 ekor sapi potong yang menghasilkan manur 9.625 kg per hari. Digester 3.208 m³ dengan waktu retensi 30 hari memproduksi biogas 385 m³ per hari dan energi listrik 2.825,40 kWh per hari (daya 117,73 kW). Investasi Rp66.840.000, umur proyek 20 tahun, dan suku bunga 8% menghasilkan NPV positif (Rp650.392), BCR 2,58, IRR 8,9%, serta payback period 5,5 tahun. Disimpulkan bahwa PLTBg skala komunitas berbasis manur sapi di Desa Piru layak dikembangkan sebagai alternatif energi listrik pedesaan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026