Pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memadukan nilai-nilai keislaman dengan tuntutan modernitas. Kajian terhadap pemikiran tokoh pendidikan Islam menjadi salah satu upaya strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Muhammad Athiyah al-Abrasyi tentang pendidikan Islam, meliputi biografi intelektualnya, prinsip-prinsip dasar pendidikan, tujuan pendidikan Islam, serta komponen-komponen pendidikan yang mencakup pendidik, peserta didik, dan kurikulum, sekaligus mengkaji relevansinya bagi pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Abrasyi membangun sistem pendidikan Islam yang holistik dengan tiga prinsip dasar: kesetaraan dan kebebasan belajar, kesesuaian materi dengan kemampuan peserta didik, serta perhatian terhadap bakat dan potensi individual. Tujuan pendidikannya berpusat pada pembentukan akhlak mulia sebagai ruh pendidikan Islam, yang diimbangi dengan pengembangan intelektual, keterampilan praktis, dan orientasi keilmuan yang tulus. Pemikirannya tentang guru sebagai bapak rohani dan kurikulum integratif yang menolak dikotomi ilmu agama dan ilmu umum terbukti selaras dengan kebijakan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran al-Abrasyi tetap relevan dan dapat menjadi rujukan strategis bagi pengembangan pendidikan Islam yang berkarakter dan holistik di Indonesia.
Copyrights © 2026