Penelitian ini menganalisis kesalahan siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Mandor dalam memecahkan masalah berpikir kritis pada materi bilangan pecahan menggunakan pendekatan Newman. Kemampuan berpikir kritis sangat penting untuk pengembangan keterampilan tingkat tinggi siswa, namun kenyataannya kemampuan ini masih rendah di kalangan siswa, yang berdampak pada kesulitan pemecahan masalah. Pendekatan Newman digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan kesalahan siswa pada lima tahapan: membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan menyimpulkan jawaban. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara dari 26 siswa yang dikategorikan berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kritis (tinggi, sedang, rendah). Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan terjadi di semua tahapan pendekatan Newman, terutama pada pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan penarikan kesimpulan. Faktor-faktor penyebab kesalahan meliputi pemahaman konseptual yang lemah, keterbatasan keterampilan berpikir kritis, metode pembelajaran yang kurang tepat, serta faktor metakognitif dan kecemasan siswa. Kesimpulan utama adalah siswa menunjukkan pola kesalahan yang signifikan, yang perlu diatasi melalui perbaikan metode pembelajaran dan penekanan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Copyrights © 2026