Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi kolaboratif antara guru dan orang tua dalam implementasi program Activity of Daily Living (ADL) pada anak berkebutuhan khusus di SLB Samudera Terra Athena, sekaligus mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan antara informasi guru dengan respons orang tua di rumah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap satu guru kelas dan tiga orang tua peserta didik (orang tua Vika, Fairuz, dan Habib). Hasil penelitian mengungkap dua temuan utama. Pertama, komunikasi guru dan orang tua telah terjalin namun belum mencapai kualitas kolaboratif yang sesungguhnya; guru bersikap proaktif sementara orang tua masih pasif dan reaktif. Kedua, kesenjangan penerapan ADL antara sekolah dan rumah disebabkan oleh empat faktor: ketidakpahaman orang tua terhadap panduan guru, pola pikir pengasuhan konvensional, kelelahan pengasuhan (caregiver burnout), dan minimnya akses terhadap pengetahuan serta dukungan praktis. Penelitian merekomendasikan transformasi komunikasi dari pola informatif satu arah menuju model partisipatif dua arah, didukung pelatihan praktis dan pembentukan kelompok dukungan orang tua demi keberhasilan program ADL secara berkesinambungan
Copyrights © 2026