Pendidikan inklusif berbasis multikultural dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia idealnya menanamkan sikap toleran, humanis, dan demokratis pada peserta didik, namun praktik di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan implementasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi nilai-nilai multikultural dalam pengembangan bahan ajar PAI melalui studi kualitatif literatur terkait praktik pembelajaran inklusif di sekolah. Metode penelitian menggunakan studi pustaka dan analisis isi terhadap buku, jurnal nasional, dan publikasi internasional dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa sekolah menerapkan metode kolaboratif, partisipatif, dan student-centered learning, integrasi nilai multikultural dalam bahan ajar masih belum optimal. Kendala utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, minimnya pelatihan pendidikan inklusif, dan terbatasnya sumber belajar kontekstual. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan bahan ajar PAI yang adaptif dan inklusif, yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan keagamaan tetapi juga membentuk karakter moderat, toleran, dan menghargai keberagaman. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan menyoroti gap antara konsep pendidikan multikultural dan praktik nyata di sekolah serta menawarkan implikasi praktis bagi pengembangan bahan ajar yang lebih responsif.
Copyrights © 2026