Dewasa ini agama-agama monoteisme telah berkembang pesat di seluruh dunia. Asal-usul agama monoteisme-pun telah banyak ditelaah dari perspektif multidisipliner. Riset ini bertujuan untuk menelaah dimensi arkeologi agama-agama monoteisme berdasarkan paradigma psiko-historis. Secara khusus, paper ini membahas arkeologi agama monoteisme dengan mengacu pada gagasan psikoanalisis Sigmund Freud. Riset ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Referensi-referensi yang relevan dengan gagasan Sigmund Freud tentang arkeologi agama monoteisme, menjadi sumber primer di dalam riset ini. Analisis data terhadap sumber primer tersebut menggunakan model hermeneutik kritis. Hasil riset ini memperlihatkan bahwa gagasan Freud tentang arkeologi agama monoteisme sangat original dan perlu didialogkan dengan nalar yang kritis. Riset ini secara praksis dapat membantu penganut agama-agama monoteisme dalam merefleksikan pengalaman religiositas yang intim, otentik, dan obyektif di tengah tantangan ideologi-ideologi besar di dunia. Riset ini menegaskan bahwa gagasan psikoanalisis Freud membuka perspektif kritis dalam memahami asal-usul dan dinamika agama-agama monoteisme.
Copyrights © 2026