Pembelajaran sejarah memerlukan sumber belajar yang kontekstual agar peserta didik mampu memahami keterkaitan antara sejarah nasional dan sejarah lokal di lingkungan sekitarnya. Salah satu potensi sejarah lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin yang mengandung nilai historis, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin melalui kajian historis serta menganalisis relevansinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap berbagai sumber yang berkaitan dengan sejarah Marga Sanga. Analisis data dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejak Marga Sanga Desa masih dapat ditelusuri melalui dokumen keluarga, silsilah keturunan, tradisi lisan, makam tokoh, serta berbagai warisan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Jejak tersebut mengandung nilai historis yang tercermin dari sistem pemerintahan marga dan kepemimpinan Depati Syamsudin, nilai sosial berupa gotong royong, musyawarah, solidaritas sosial, dan hubungan kekerabatan, serta nilai budaya yang terlihat pada warisan budaya material maupun nonmaterial yang masih dilestarikan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi sebagai sumber belajar sejarah lokal karena mendukung pembelajaran sejarah yang kontekstual, memperkuat identitas lokal, serta mengembangkan kesadaran sejarah dan karakter peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin layak dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah lokal karena memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang relevan serta mampu mendukung implementasi pembelajaran sejarah berbasis lingkungan sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 2026