Abstrak Lonjakan glukosa darah menjadi tantangan utama bagi pengidap diabetes melitus. Olahraga ringan berupa jalan kaki mampu mengendalikan kondisi ini, tetapi determinasi waktu pelaksanaan yang optimal masih sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh antara aktivitas berjalan kaki yang dilaksanakan sebelum dan setelah makan terhadap penurunan nilai Gula Darah Sewaktu (GDS). Desain riset menggunakan eksperimen kuasi lewat rancangan two-group pretest-posttest. Riset melibatkan 30 partisipan yang terbagi ke dalam Kelompok A (jalan sebelum makan) dan Kelompok B (jalan sesudah makan). Intervensi berjalan kaki diterapkan selama 30 menit. Data dikumpulkan menggunakan peranti glukometer baku, lalu diuji statistik memakai Paired T-Test dan Independent T-Test. Evaluasi intra-kelompok memperlihatkan reduksi GDS yang bermakna pada kedua kelompok (p < 0,05). Kendati demikian, Kelompok B mencatat penurunan rata-rata yang lebih tinggi (35 mg/dL) daripada Kelompok A (18 mg/dL) dengan signifikansi komparatif sebesar p = 0,012. Aktivitas berjalan kaki yang dijadwalkan setelah makan memiliki efikasi yang lebih unggul dalam menekan kadar glukosa darah sewaktu dibandingkan sebelum makan. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Gula Darah Sewaktu, Jalan Kaki, Krononutrisi.
Copyrights © 2026