Integrasi kecerdasan buatan (AI) dan Kurikulum Merdeka mengubah lanskap pembelajaran Informatika di sekolah menengah. Namun, adopsi AI generatif rentan memicu ketergantungan mekanis dan kemalasan mental siswa. Penelitian kuantitatif kausal-asosiatif ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan AI dan literasi digital terhadap kemandirian belajar siswa melalui self-efficacy sebagai variabel mediator. Menggunakan teknik random sampling, data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert 5 poin dari 120 siswa kelas VII SMP Spensaka di Kabupaten Sragen. Analisis data dioperasikan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4. Hasil evaluasi model struktural (R2self-efficacy = 0,468; R2 kemandirian = 0,612) menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dan literasi digital berpengaruh positif signifikan terhadap self-efficacy. Selanjutnya, literasi digital dan self-efficacy terbukti berdampak langsung secara positif terhadap kemandirian belajar. Sebaliknya, pemanfaatan AI tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kemandirian belajar (p = 0,361). Uji mediasi menegaskan bahwa self-efficacy menjalankan peran mediasi penuh (full mediation) pada hubungan pemanfaatan AI, serta peran mediasi parsial pada pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar. Dinas Pendidikan dan sekolah direkomendasikan menyusun panduan etis pemanfaatan AI terpimpin guna mendongkrak regulasi diri siswa.
Copyrights © 2026