Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan sektor perbankan di Indonesia. Sektor perbankan menghadapi tantangan sumber daya manusia yang signifikan, terutama dalam mempertahankan kinerja karyawan di tengah transformasi digital yang pesat, tekanan adaptif pascapandemi, dan persaingan yang meningkat dari perusahaan teknologi keuangan (fintech). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling melalui SmartPLS 4.0, penelitian ini melibatkan 361 responden dari karyawan bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2024. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran setiap konstruk menggunakan skala Likert (1–5) dengan validitas dikonfirmasi melalui loading factor > 0,70 dan AVE > 0,50, serta reliabilitas dikonfirmasi melalui Composite Reliability > 0,70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,412; p = 0,000), dan motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (β = 0,387; p = 0,000). Kedua variabel secara bersama-sama menjelaskan 58,1% variasi kinerja karyawan (R² = 0,581). Temuan ini mendukung Transformational Leadership Theory (Bass & Avolio, 1994) dan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow (1943), serta memiliki implikasi penting bagi kebijakan manajemen sumber daya manusia di lembaga perbankan Indonesia.
Copyrights © 2026