ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pengaruh kelelahan kerja (burnout) terhadap kepuasan kerja karyawan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research yang melibatkan 120 karyawan UMKM di Kota Bandung yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian membuktikan bahwa burnout memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (t = −6,214; p = 0,000; Beta = −0,572), dengan burnout menjelaskan 32,7% variasi kepuasan kerja. Analisis lanjutan mengungkap bahwa tekanan transformasi digital memperparah efek burnout, terutama pada karyawan milenial yang menanggung beban ganda berupa adaptasi teknologi dan peran kerja multifungsi. Temuan ini mengkonfirmasi Conservation of Resources Theory (Hobfoll, 1989; 2018) yang menyatakan bahwa penipisan sumber daya psikologis secara berkelanjutan menghambat penilaian positif karyawan terhadap lingkungan kerjanya. Penelitian ini memberikan kontribusi bukti empiris dalam pengelolaan SDM UMKM di era digital dan merekomendasikan agar pemilik UMKM menerapkan mekanisme redistribusi beban kerja, membangun budaya kerja yang suportif secara emosional, serta berinvestasi pada pelatihan literasi digital yang diintegrasikan dengan program manajemen stres karyawan.
Copyrights © 2026