Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi metode murojaah dalam kegiatan ekstrakurikuler tahfidz di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Serdang Bedagai serta dampaknya terhadap kualitas hafalan Al-Qur'an siswa. Metode murojaah—pengulangan hafalan secara sistematis dan berkesinambungan—merupakan strategi utama yang digunakan lembaga pendidikan Islam untuk menjaga dan memperkuat hafalan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pembina tahfidz, kepala madrasah, dan siswa peserta ekstrakurikuler. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri atas kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program murojaah di MTsN Serdang Bedagai terlaksana melalui dua pola komplementer: murojaah ma'a al-syaikh setiap hari Jumat bersama pembina Dra. Nurhayati, dan murojaah fardiyah pada hari Selasa dan Kamis melalui hafalan di depan kelas. Kombinasi kedua pola ini mengaplikasikan prinsip spaced repetition dan retrieval practice yang terbukti efektif meningkatkan kualitas bacaan dan retensi hafalan. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan frekuensi pembinaan, heterogenitas kemampuan siswa, minimnya murojaah mandiri di rumah, dan absennya sistem monitoring individual yang terstandar. Penelitian ini menegaskan bahwa konsistensi jadwal dan kompetensi pembina merupakan faktor penentu efektivitas program, sementara sinergi antara sekolah dan lingkungan keluarga menjadi celah yang mendesak untuk diintervensi. Kata Kunci: murojaah; tahfidz Al-Qur'an; ekstrakurikuler; madrasah; kualitas hafalan ABSTRACT This study aims to examine the implementation of the murojaah method in the tahfidz extracurricular activity at MTsN Serdang Bedagai and its impact on students' Qur'anic memorization quality. Murojaah—the systematic and continuous repetition of memorized material—constitutes the primary strategy employed by Islamic educational institutions to maintain and reinforce students' memorization. This study adopts a descriptive qualitative approach with field research design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving the tahfidz instructor, school principal, and student participants. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana (2014), comprising data condensation, data display, and conclusion drawing. Findings reveal that the murojaah program at MTsN Serdang Bedagai operates through two complementary patterns: supervised group murojaah (ma'a al-syaikh) every Friday under instructor Dra. Nurhayati, and individual murojaah (fardiyah) on Tuesdays and Thursdays through classroom recitation. This combination applies spaced repetition and retrieval practice principles that have been shown to enhance recitation quality and memorization retention. Key barriers include limited supervision frequency, student ability heterogeneity, insufficient home-based murojaah, and the absence of standardized individual monitoring. The study affirms that schedule consistency and instructor competence are critical determinants of program effectiveness, while school-family synergy represents the most pressing gap requiring intervention. Keywords: murojaah; Qur'anic memorization; extracurricular; madrasah; memorization quality
Copyrights © 2026