Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Connectivism dalam pembelajaran Sosiologi berbasis literasi digital di SMA N 1 Teras, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat literasi digital guru, keterlibatan siswa, dan strategi pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) observasi non-partisipatif dalam dua sesi pembelajaran untuk mencermati penggunaan media digital dan pola interaksi; (2) wawancara mendalam semi-terstruktur dengan satu guru Sosiologi dan empat siswa kelas X yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran digital; dan (3) studi dokumentasi meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), screenshot platform digital, dan data nilai tugas. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengadopsi platform digital seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Canva, Google Meet, dan Google Form, namun penggunaannya terbatas pada fungsi dasar. Literasi digital guru berada pada level fungsional, belum mencapai level strategis untuk menciptakan jaringan pembelajaran kompleks. Keterlibatan siswa menunjukkan variasi signifikan, dengan siswa aktif menunjukkan konektivitas pembelajaran yang lebih kaya. Pola konektivitas yang terbentuk masih sentralistik dengan guru sebagai pusat, bukan jaringan terdistribusi sesuai prinsip Connectivism. Penggunaan platform digital dalam pembelajaran sosiologi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip Connectivism karena interaksi belajar masih berpusat pada guru, sehingga perlu dikembangkan jaringan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan terhubung antar siswa, sumber belajar, dan teknologi.
Copyrights © 2026