Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perubahan Sosial Pikukuh Karuhun Masyarakat Suku Baduy di Tengah Modernisasi Donna Juliasa Nurdillah; Atik Catur Budiati; Saifuddin Zuhri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.473 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.11935

Abstract

Perubahan sosial Pikukuh Karuhun pada kehidupan masyarakat Suku Baduy dipengaruhi oleh wisatawan yang membawa pengaruh modern dan kebutuhan ekonomi masyarakat Baduy. Hal ini yang merubah cara pandang masyarakat Baduy dan menimbulkan perselisihan dengan kelompok yang terus memaksa mempertahankan status quo dan kelompok yang ingin adanya perubahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan sosial dan konflik yang meryertainya serta mengetahui peran apa yang dilakukan Jaro pemerintah baduy untuk mempertahankan adat mereka. Metode peneliatin menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan mengkaji permasalahan dengan perspektif Teori Konflik Ralf Dahrendorf.
Konstruksi Sosial Orang Tua terhadap Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Fatih Akbar Rafsanjani; Atik Catur Budiati; Siany Indria Liestyasari
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial orang tua terhadap implementasi kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi sosial orang tua terbangun atas realitas sosial bahwa: 1). Orang tua siswa mendapatkan informasi kebijakan sistem zonasi melalui berbagai sarana; 2). Beberapa orang tua belum sepenuhnya memahami urgensi sistem zonasi; 3). Perpindahan domisili dilakukan orang tua sebagai upaya mengakomodir kebijakan sistem zonasi. Melalui ke tiga fase ini dapat diketahui realitas yang terkonstruksi bagi orang tua siswa dalam memandang implementasi kebijakan PPDB sistem zonasi. Simpulan penelitian kebijakan sistem zonasi dalam PPDB adalah terobosan baru dalam dunia pendidikan, menuai beragam respon dari banyak kalangan terutama orang tua siswa. Teori konstruksi sosial memandang realitas sosial terbentuk melalui proses dialektika, yang tampak bahwa orang tua siswa masih terkonstruksi pada mekanisme PPDB. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, PPDB, Sistem Zonasi
Social Practices of Literacy and Numeracy Through Culturally Responsif Teaching (CRT) Approach in Sociology Learning Atik Catur Budiati; Siany Indria Liestyasari; Dwi Astutik; Bagas Narendra Parahita; Riadi Syafutra Siregar; Ghufronudin Ghufronudin
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 1 (2025): January
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i1.1373

Abstract

Purpose of Study: This study aims to identify social practices of literacy and numeracy using the CRT approach in Sociology learning. Methodology: This research uses a descriptive qualitative approach with a phenomenology type. The data source consists of focus group discussion (FGD) results, observation, and document analysis. FGD involves sociology teachers in Soloraya, with the purposive sampling technique used to select informants. Observation was carried out directly by observing the sociology learning process in the class. Document analysis includes teaching modules, sociology learning gain, student worksheets, and other learning sets. Data validity was tested using source and method triangulation. Data analysis was done using Interpretative Phenomenology Analysis, encompassing four stages: bracketing, intuiting, analyzing, and describing. Main Findings: The result of the research shows that teachers get a support system from government regulation, the Merdeka Mengajar platform, the learning community, the supervisor, and the subject teacher working group. Each of the parties plays a role that supports CRT-based literacy and numeracy learning. The learning activity can be identified in three things. Firstly, teachers hold the authority to accustom the students to using numeric data in the context of local culture. Secondly, teachers integrate numeric data from local cultures to make learning more relevant and contextual. Thirdly, teachers create an inclusive learning environment by accommodating numeric data in the context of local culture. Novelty/Originality of Study: By applying CRT, sociology teachers teach literacy and numeracy skills and help students see the relevance of these skills in understanding and participating in social change.
Analisis Humanistik Penerapan Asesmen Awal Pada Pelajaran Sosologi di SMA Negeri 2 Sukoharjo Cinta Widi Happy Aprilia; Atik Catur Budiati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3803

Abstract

Asesmen awal merupakan komponen fundamental dalam proses pembelajaran yang berperan penting dalam mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik individual peserta didik. Dalam konteks pembelajaran sosiologi, penerapan asesmen awal dengan pendekatan humanistik menjadi relevan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang menghargai keunikan dan pengalaman setiap siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen awal pada pembelajaran sosiologi menggunakan penekatan humanistic Arthur Combs. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif Sumber data berasal dari wawancara melibatkan informan yang berjumlah 9 orang yang berasal dari SMA Negeri 2 Sukoharjo. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan asesmen awal di SMA Negeri 2 Sukoharjo mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik dan sesuai dengan teori humanistic Arthur Combs. Dengan demikian, asesmen awal dalam pembelajaran sosiologi dapat menjadi jembatan untuk menciptakan pengalaman belajar yang otentik, empatik, dan berorientasi pada perkembangan potensi individual setiap peserta didik.
Connectivism dalam Pembelajaran Sosiologi Berbasis Literasi Digital Indah Fitria Permatasari; Atik Catur Budiati
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Connectivism dalam pembelajaran Sosiologi berbasis literasi digital di SMA N 1 Teras, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat literasi digital guru, keterlibatan siswa, dan strategi pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) observasi non-partisipatif dalam dua sesi pembelajaran untuk mencermati penggunaan media digital dan pola interaksi; (2) wawancara mendalam semi-terstruktur dengan satu guru Sosiologi dan empat siswa kelas X yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran digital; dan (3) studi dokumentasi meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), screenshot platform digital, dan data nilai tugas. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengadopsi platform digital seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Canva, Google Meet, dan Google Form, namun penggunaannya terbatas pada fungsi dasar. Literasi digital guru berada pada level fungsional, belum mencapai level strategis untuk menciptakan jaringan pembelajaran kompleks. Keterlibatan siswa menunjukkan variasi signifikan, dengan siswa aktif menunjukkan konektivitas pembelajaran yang lebih kaya. Pola konektivitas yang terbentuk masih sentralistik dengan guru sebagai pusat, bukan jaringan terdistribusi sesuai prinsip Connectivism. Penggunaan platform digital dalam pembelajaran sosiologi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip Connectivism karena interaksi belajar masih berpusat pada guru, sehingga perlu dikembangkan jaringan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan terhubung antar siswa, sumber belajar, dan teknologi.
Advance Organizer dalam Pembelajaran Sosiologi Bermakna Abdurrachim Setiawan; Atik Catur Budiati
Pedagogika: Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ped.v6i1.2104

Abstract

This study examines the implementation of the advance organizer strategy in fostering meaningful learning in sociology and identifies the challenges encountered by teachers during its implementation. The research was motivated by the need to strengthen students' conceptual understanding by connecting prior knowledge with newly acquired concepts through structured instructional strategies. A descriptive qualitative approach employing a case study design was adopted. The participants comprised sociology teachers and students from Classes X.E1 and X.E11 at State Senior High School 3 Surakarta during the 2025/2026 academic year. Data were collected through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation of lesson planning and classroom activities. The findings indicate that the advance organizer strategy was implemented through four principal practices: structured introductory activities grounded in authentic social phenomena, flexible use of instructional media such as videos, images, and news articles, integration of prior and new knowledge through pop quizzes and guided questioning, and reinforcement of key concepts during lesson closure. Nevertheless, its implementation was constrained by limited student participation, heterogeneous prior knowledge, less conducive classroom conditions, and inadequate supporting facilities. The study concludes that advance organizer strategies can effectively promote meaningful sociology learning when complemented by initial diagnostic assessment and instructional scaffolding that align with students' cognitive structures.