Pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing tidak terlepas dari penggunaan lebih dari satu bahasa, yang mencerminkan adanya fenomena bilingualisme dan diglosia dalam praktik pembelajaran. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pendukung serta perbedaan fungsi antara ragam bahasa Arab menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga sosiolinguistik. Namun demikian, kajian yang mengintegrasikan kedua fenomena tersebut secara sistematis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis fenomena bilingualisme dan diglosia dalam pembelajaran bahasa Arab berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah menggunakan perangkat lunak Publish or Perish yang terintegrasi dengan Google Scholar, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria relevansi dan tahun publikasi. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan sintesis untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, pola, serta implikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme berfungsi sebagai strategi pedagogis yang membantu meningkatkan pemahaman peserta didik, sementara diglosia berperan sebagai sistem distribusi bahasa yang mengatur penggunaan ragam bahasa sesuai konteks. Selain itu, ditemukan adanya pola dominasi bahasa pertama dalam pembelajaran, serta penggunaan alih kode dan campur kode sebagai mekanisme komunikasi. Meskipun memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman, penggunaan bilingualisme yang tidak terkontrol berpotensi mengurangi paparan bahasa Arab sebagai bahasa target. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan bahasa yang seimbang agar pembelajaran bahasa Arab dapat berlangsung secara efektif dan optimal.
Copyrights © 2026