Perkembangan media sosial sebagai sarana pemasaran digital mendorong penggunaan algoritma personalisasi yang memunculkan fenomena filter bubble, yaitu kondisi ketika pengguna lebih sering terpapar pada konten yang homogen dan relevan sesuai preferensinya. Fenomena ini diduga memengaruhi minat beli konsumen melalui paparan konten produk yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filter bubble di media sosial terhadap minat beli konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 mahasiswa di Kota Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter bubble berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (<0,05) dan nilai t hitung sebesar 10,889, serta uji F dengan signifikansi 0,000 dan F hitung sebesar 118,563. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,585 menunjukkan bahwa filter bubble mampu menjelaskan 58,5% variasi minat beli konsumen. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi paparan filter bubble, semakin tinggi minat beli konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan memanfaatkan personalisasi konten secara strategis dan etis untuk meningkatkan minat beli tanpa mengurangi keberagaman informasi yang diterima konsumen.
Copyrights © 2026