Implementasi Kurikulum Merdeka menjadi penting dalam upaya pemulihan dan peningkatan kualitas pendidikan pascapandemi, terutama karena kurikulum ini menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, termasuk pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MAN Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dengan jenis studi kasus. Langkah-langkah pengumpulan data pada penelitian ini terdiri atas tiga tahapan, yaitu wawancara mendalam (indepth interview), observasi berperan serta (participant observation), dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mencakup tahapan kondensasi data, penyajian data dalam bentuk uraian singkat, dan penarikan simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan MAN 1 dan MAN 2 Ponorogo mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan cara (1) tahap pra-pembelajaran dengan cara mengikuti pelatihan, membentuk tim kurikulum, dan menyiapkan perangkat ajar lengkap untuk guru; (2) tahap pelaksanaan pembelajaran dengan cara memberikan fleksibilitas kepada guru dalam menyusun perangkat ajar, melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan tiga tahapan asesmen, memanfaatkan beragam metode ajar; dan (3) tahap pasca-pembelajaran dengan cara guru dan madrasah melakukan tindak lanjut dari hasil asesmen, serta adanya pengawasan dan pendampingan kepada guru yang dilakukan oleh kepala madrasah.
Copyrights © 2026