Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji instrumen academic self-efficacy pada mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang berpotensi memengaruhi kemandirian belajar. Self-efficacy didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan untuk mencapai tujuan (Bandura, 1997). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen psikologis. Subjek terdiri dari 570 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui convenience sampling. Instrumen disusun berdasarkan tiga dimensi, yaitu level (magnitude), strength, dan generality, menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data mencakup uji validitas isi (Aiken’s V), analisis item, reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis Structural Equation Modeling. Hasil menunjukkan validitas isi tinggi (0,821–0,964), daya beda item memadai (r ≥ 0,30), serta reliabilitas baik (α = 0,850). Model tiga dimensi juga memenuhi kriteria goodness of fit (RMSEA = 0,00; CFI = 1,00; AVE = 0,57; CR = 0,89).
Copyrights © 2026