Diabetes melitus adalah penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat kelainan dari sekresi insulin, kerja insulin yang kurang baik, atau keduanya. Gula darah yang tidak terkontrol dapat berdampak pada keparahan komplikasi diabetes melitus salah satunya ulkus diabetik yang menyebabkan peningkatan morbiditas secara keseluruhan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan mendeskripsikan pola penggunaan antidiabetik pada pasien diabetes melitus komplikasi ulkus diabetik di RSA UGM Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional-deskriptif dengan rancangan cohort retrospektif. Pengumpulan data berdasarkan catatan medik pasien diabetes melitus komplikasi ulkus diabetik di RSA UGM Yogyakarta pada periode Januari 2019 hingga Desember 2021. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 101 pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien diabetes melitus komplikasi ulkus diabetik paling banyak terjadi pada usia >60 tahun yaitu sebesar 48,52%, kemudian usia 41-60 tahun sebesar 47,52%, dan usia 18-40 tahun sebesar 3,96%. Terapi antidiabetik yang diterima pasien diabetes melitus komplikasi ulkus diabetik yang paling banyak adalah penggunaan monoterapi insulin sebesar 44,27% dan kombinasi antara insulin dengan antidiabetik oral sebesar 21,38%.
Copyrights © 2026