Dalam beberapa bulan terakhir, komunitas Dewan Anak menunjukkan gejala melemahnya kohesi sosial yang menyebabkan rendahnya interaksi dan partisipasi lintas kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan team building dalam meningkatkan kohesi sosial pada komunitas Dewan Anak yang mengalami penurunan kekompakan dan segmentasi kelompok internal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Pengukuran kohesi sosial dilakukan menggunakan skala adaptasi Group Environment Questionnaire (GEQ). Intervensi diberikan melalui pelatihan team building berbasis experiential learning selama tiga hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kohesi sosial dari 54,62 pada pre-test menjadi 67,69 pada post-test, yang mengindikasikan bahwa pelatihan team building berpengaruh signifikan terhadap peningkatan rasa memiliki, kepercayaan, partisipasi lintas kelompok, dan kualitas interaksi sosial anggota komunitas.
Copyrights © 2026