Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Upaya pencegahan stunting memerlukan deteksi dini kondisi pertumbuhan anak serta peningkatan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini stunting melalui skrining tinggi badan menurut umur (TB/U) dan meningkatkan pengetahuan ibu melalui edukasi pencegahan stunting pada balita berisiko di Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan melalui pengukuran antropometri, wawancara karakteristik dan riwayat kesehatan, edukasi kelompok, serta konsultasi individual. Sebanyak 17 balita beserta ibunya berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan bahwa 52,94% balita memiliki status pertumbuhan normal, sedangkan 23,53% tergolong stunting dan 23,53% tergolong stunting berat berdasarkan indeks TB/U. Sebagian besar balita memiliki berat badan lahir ≥2500 gram (82,35%) dan memperoleh ASI eksklusif (58,82%). Edukasi dan konsultasi yang diberikan meningkatkan pemahaman ibu mengenai faktor risiko, dampak, dan strategi pencegahan stunting, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor pengetahuan dari 62,4 ± 12,1 pada pre-test menjadi 84,7 ± 10,5 pada post-test. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi balita yang mengalami gangguan pertumbuhan linear serta meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Integrasi skrining TB/U, edukasi, dan konsultasi individual berpotensi menjadi strategi berbasis masyarakat yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Copyrights © 2026