Burnout pada tenaga kesehatan di RS PKU Muhammadiyah Sampangan merupakan risiko sistemik yang mempengaruhi kesejahteraan dan keselamatan pasien, namun pemahaman manajerial mengenai gejala awal dan strategi pencegahan organisasi masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi manajerial serta tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola burnout. Metode yang digunakan adalah pelatihan terstruktur dengan pendekatan andragogi berbasis peer support group, meliputi pre-test, ceramah interaktif, diskusi panel, dan post-test, yang diikuti oleh 26 peserta dari unit farmasi, rawat jalan, rekam medis, satuan pengawas internal, keperawatan, gizi, kasir, IGD, ICU, IBS, dan laboratorium. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 71,15 (pre-test) menjadi 93,85 (post-test) atau peningkatan sebesar 31,9%. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman gejala awal burnout (dari 57,7% menjadi 92,3%) dan strategi pencegahan organisasi (dari 61,5% menjadi 92,3%).
Copyrights © 2026