Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengatasi hambatan pembagian bantuan berbasis barcode akibat kurangnya petugas di Kantor Desa Lalabata, Kabupaten Barru. Tujuannya adalah mengoptimalkan sistem barcode yang sudah ada dan mempercepat pelayanan administrasi desa. Metode yang digunakan adalah Pembelajaran Servis Partisipatif-Suportif dengan melibatkan delapan mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar sebagai tenaga bantuan teknis. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif. Strategi yang dilakukan mahasiswa meliputi percepatan input data, perapian arsip kantor, dan pengaturan antrean saat pembagian bantuan pangan Bulog kepada 753 keluarga penerima manfaat. Mahasiswa juga membantu mengatasi kendala bahasa daerah dengan pendekatan komunikasi warga. Hasilnya, kegiatan ini berhasil menciptakan ketertiban dan memotong waktu tunggu warga dari 15–20 menit menjadi hanya 5–10 menit. Kolaborasi ini membuktikan bahwa penambahan tenaga bantuan dapat memaksimalkan teknologi pelayanan tanpa harus mengubah aturan yang rumit.
Copyrights © 2026