Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan berbasis kasus secara terstruktur serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Case-Based Learning berbantuan mind map serta pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMPN 34 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental berbentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 34 Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi pretest, posttest, angket, dan observasi, dengan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Case-Based Learning berbantuan mind map dilaksanakan melalui tahapan penyajian kasus, analisis kelompok, brainstorming, pencarian informasi, penyusunan solusi dalam bentuk mind map, serta presentasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dengan rata-rata posttest 75,7 dan kelas kontrol 69,0. Hasil uji t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,027 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan model tersebut terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai kategori cukup efektif sebesar 0,56, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori kurang efektif sebesar 0,41. Temuan penelitian ini adalah model Case-Based Learning berbantuan mind map efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2026