Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis peran manajemen humas dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada lembaga pendidikan Agustin Hanivia Cindy; Dian Permatasari Kusuma Dayu; Durrotun Nafisah
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran manajemen hubungan masyarakat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi fokus kajian artikel ini. Metode penelitian artikel ini didasarkan pada systematic literature review yang diambil dari sembilan jurnal nasional yang berasal dari jurnal penelitian empiris. Pertanyaan penelitian diidentifikasi, protokol systematic literature review dikembangkan, perpustakaan digital diidentifikasi sebagai area pencarian, hasil penelitian yang relevan disaring, hasil penelitian berkualitas dipilih, data diambil dari penelitian individual, meta-analisis atau meta-sintesis dilakukan, dan akhirnya hasilnya disajikan. Temuan penelitian ini mendukung gagasan bahwa manajemen hubungan masyarakat memainkan peran penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di lembaga pendidikan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BAHAN AJAR BUKU BERGAMBAR BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Asnimawati, Asnimawati; Andi Gunawan; Nafisah, Durrotun
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27139

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of using culturally-based illustrated textbooks in Social Studies (IPS) learning at the elementary school level. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which includes five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The teaching material was developed by integrating elements of local culture into illustrated books, tailored to the characteristics of elementary school students who are in the concrete operational stage. A limited trial was conducted with fourth-grade students at an elementary school in Kerinci. The evaluation results indicate that the developed teaching material is effective in increasing learning interest, conceptual understanding of Social Studies, and students’ appreciation for local culture. The findings show that more than 89% of respondents agreed that the illustrated video media supports the learning process. Furthermore, 97% stated that the media was effective in explaining practicum material, and 94.1% of teachers reported that the media encouraged students' motivation to learn at home. However, 18.5% of teachers considered the media to be less optimal in instilling character values, and 23.5% noted that parental involvement still needs to be improved. In addition, this learning media was able to create a more interactive and contextual learning atmosphere. These findings suggest that the integration of local culture into teaching materials can strengthen student character while enhancing the quality of Social Studies learning at the elementary level.
Pengaruh Model Case Based Learning berbantuan Mind Map terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran IPS di SMPN 34 Surabaya Feema Rahma Nadlifah; Riyadi; Nuansa Bayu Segara; Durrotun Nafisah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan permasalahan berbasis kasus secara terstruktur serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Case-Based Learning berbantuan mind map serta pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di SMPN 34 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental berbentuk nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 34 Surabaya. Teknik pengumpulan data meliputi pretest, posttest, angket, dan observasi, dengan instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan uji statistik independent sample t-test dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Case-Based Learning berbantuan mind map dilaksanakan melalui tahapan penyajian kasus, analisis kelompok, brainstorming, pencarian informasi, penyusunan solusi dalam bentuk mind map, serta presentasi. Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah antara kelas eksperimen dengan rata-rata posttest 75,7 dan kelas kontrol 69,0. Hasil uji t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,027 < 0,05, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan penggunaan model tersebut terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai kategori cukup efektif sebesar 0,56, sedangkan kelas kontrol berada pada kategori kurang efektif sebesar 0,41. Temuan penelitian ini adalah model Case-Based Learning berbantuan mind map efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) Berbantuan Game Edukatif Wordwall Terhadap Capaian Pembelajaran Peserta Didik Pada Mata Pelajaran IPS Di SMP Labschool Unesa 3 Mohammad Iqbal Ramdhani; Muhammad Ilyas Marzuqi; Agus Suprijono; Durrotun Nafisah
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capaian pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) peserta didik belum optimal karena proses pembelajaran belum sepenuhnya mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata serta kurang memanfaatkan media digital yang interaktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan game edukatif Wordwall terhadap capaian pembelajaran IPS peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas VII SMP Labschool Unesa 3 yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji Independent Sample T-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan capaian pembelajaran yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi < 0,05. Peningkatan capaian pembelajaran pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model CTL berbantuan game edukatif Wordwall berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan capaian pembelajaran IPS peserta didik.
Prospective Teacher as Environmental Agent: Between Hope, Opportunities and Possibilities Toward Sustainable Environmental Ganes Gunansyah; Suryanti Suryanti; Durrotun Nafisah
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prospective Teacher as Environmental Agent: Between Hope, Opportunities and Possibilities Toward Sustainable Environmental. Objectives: This study aims to capture how students, as prospective teachers and environmental agents, voice hopes, opportunities, and possibilities in addressing socio-ecological and ecological problems of sustainable development. Method: Data was collected through questionnaires using Google form electronic format, interviews, and student activities during lectures. Findings: The research results show that students' understanding of environmental issues as a young generation is still dominated by disaster discourse and solution discourse, which emphasizes individual solutions, technological solutions, and anthropocentric views. It is known that students still consider waste and flooding to be the main problems. Meanwhile, regarding opportunities and possibilities, students see the need for active participation and full involvement in environmental actions such as campaigns through various media platforms, deliberations, sustainable environmental movements, and collective awareness as citizens and citizens of the world for the common good. Conclusion: By placing the environment as an essential and urgent problem, various risks can be prepared, anticipated, thought through, handled, minimized, and solutions sought to avoid social-ecological disasters in the future. Even though students' views are still within a limited range of lenses and dimensions, this has implications for the need for critical environmental learning in improving the quality of sustainable environmental education. Keywords: sustainable education, social ecology, hope, opportunity, possibility, environmental agent.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i2.202465
Validitas dan Kepraktisan Electronic Book Berbasis Problem Based Learning Materi Perubahan Lingkungan untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Durrotun Nafisah; Herlina Fitrihidajati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v15n1.p69-79

Abstract

Pada abad ke-21, berpikir kritis ditempatkan sebagai bagian dari keterampilan esensial yang harus dimiliki serta Profil Pelajar Pancasila yang wajib dikuasai oleh siswa. Berpikir kritis dapat dilatih secara efektif melalui penggunaan bahan ajar yang inovatif seperti buku elektronik (e-book) serta penerapan model pembelajaran problem based learning. Tujuan utama penelitian ini untuk merancang dan menghasilkan e-book berbasis problem based learning materi perubahan lingkungan untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa SMA yang valid dan praktis. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Parameter yang diukur dalam penelitian ini meliputi validitas e-book ditinjau berdasarkan aspek kelayakan isi, penyajian, dan bahasa, serta kepraktisan e-book ditinjau berdasarkan aspek keterlaksanaan aktivitas siswa dan respon siswa. Penelitian ini diuji cobakan pada 35 siswa kelas X-6 di SMA Negeri 1 Krian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian menunjukkan validitas e-book sebesar 97,08% dengan kriteria sangat valid. Kepraktisan e-book ditinjau dari keterlaksanaan aktivitas siswa sebesar 98,75% dengan kriteria sangat baik dan respon siswa sebesar 98,12% dengan kriteria sangat positif. Berdasarkan hasil tersebut, e-book berbasis problem based learning dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA.
Penguatan Kompetensi Guru SMA Rumpun IPS Merancang Pembelajaran Mendalam Terintegrasi AKM-TKA Berbasis Konteks: Pengabdian Wiwik Sri Utami; Hendri Prastiyono; Indah Prabawati; M. Noer Falaq Al Amin; Durrotun Nafisah; Zahidah Mahroini
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5539

Abstract

Tuntutan Kurikulum Merdeka dan asesmen berbasis penalaran (AKM dan TKA) mengharuskan guru SMA rumpun IPS merancang pembelajaran mendalam, kontekstual, dan kolaboratif. Hasil pemetaan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto menunjukkan guru masih kesulitan menggeser pembelajaran dari orientasi materi ke penguatan kompetensi serta mengintegrasikan literasi, numerasi, dan HOTS dalam perangkat ajar. Program PKM ini bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam merancang deep learning terintegrasi AKM–TKA berbasis konteks melalui pelatihan, lokakarya, dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah blended training berupa sosialisasi dan FGD daring, workshop luring, coaching clinic, micro teaching, serta evaluasi melalui angket skala 1–4 dan penilaian produk. Hasil menunjukkan guru mampu menyusun dan merevisi modul ajar sesuai CP–ATP, mengembangkan LKPD kontekstual, merancang rubrik asesmen autentik, serta menyusun kisi-kisi dan soal setara AKM–TKA berbasis HOTS. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah kolaboratif. Evaluasi peserta menunjukkan respons sangat positif (skor 3,5–3,8). Program ini efektif karena menghasilkan perangkat ajar siap implementasi dan meningkatkan kesiapan guru menghadapi AKM–TKA.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Materi Peta pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Durrotun Nafisah; Asnimawati Asnimawati; Putri Rachmadyanti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 2 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i2.105942

Abstract

Media pembelajaran menjadi elemen penting dalam konteks pembelajaran, kurangnya inovasi media pembelajaran menjadikan rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran khususnya materi peta. Penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan dan resposn siswa terhadap media pembelajaran audio visual pada pembelajaran peta di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research &amp; Development (R&amp;D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang terdiri atas tahapan analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan  evaluasi  (evaluation). Subjek penelitian yakni peserta didik kelas V sebanyak 28 peserta didik di SDN Jeruk. Analisis data yang digunakan selama pengembangan adalah analisis deskriptif, analisis kelayakan media pembelajaran audio visual berdasarkan skor kriteria. Hasil dari proses validasi menunjukkan bahwa ahli media memberikan persentase kelayakan sebesar 89,3%, dan ahli materi sebesar 92%. Hasil respon dari peserta didik dengan persentase 95%. Sehingga semuanya masuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran audio visual materi peta pada pembelajaran IPS sangat digunakan menjadi media pembelajaran.
PELATIHAN PEMBUATAN LKPD BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENANAMKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN SISWA Durrotun Nafisah; Suryanti Suryanti; Ganes Gunansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26002

Abstract

Abstrak: Kondisi kehidupan modernisasi disertai dengan laju eksploitasi berimbas pada kerusakan lingkungan sehingga diperlukan pengembangan karakter peduli lingkungan di sekolah. Kearifan lokal merupakan hal penting bagi masyarakat dalam beradaptasi dengan alam dan menjadi suatu warisan budaya dalam memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam. Tujuan pengabdian memberikan pelatihan pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal kepada guru SD untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM adalah ceramah dan workshop. Kegiatan PKM akan dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. PKM dilaksanakan dengan kegiatan pelatihan yang diberikan kepada guru-guru sekolah dasar kelas IV di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 26 guru. Hasil kegiatan dalam pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan kemampuan guru dalam pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa. Terdapat 74% guru menjawab terdapat peningkatan pengetahuan/pemahaman terhadap topik pengabdian masyarakat. Sehingga hasil tugas pembuatan LKPD berbasis kearifan lokal untuk menanamkan karakter peduli lingkungan siswa dapat diterapkan dimasing-masing sekolah.Abstract: Modern living conditions accompanied by the rate of exploitation have an impact on environmental damage, so it is necessary to develop an environmentally caring character in schools. Local wisdom is important for society in adapting to nature and becomes a cultural heritage in utilizing and managing natural resources. The aim of the service is to provide training in making LKPD based on local wisdom to elementary school teachers to instill the character of caring for the environment in students in elementary schools. The methods used in PKM activities are lectures and workshops. PKM activities will be carried out in three stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. PKM is implemented with training activities given to 26 grade IV elementary school teachers in Trenggalek Regency. The result of this community service activity is an increase in teachers' abilities in making local wisdom-based LKPD to instill environmental care in students. This can be shown by the percentage result of 74% of teachers answering about knowledge/understanding of community service topics. So that the results of the task of making LKPD based on local wisdom to instill students' environmentally caring character can be applied in each school.