Pendidikan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga dalam pengembangan kerja sama dan interaksi sosial. Pembelajaran IPS di SMP masih sering didominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif dan hasil belajar kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan, kerja sama, dan interaksi sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan Kooperatif Learning terhadap kerja sama, interaksi sosial, dan hasil belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran IPS di SMPN 21 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian terdiri atas kelas eksperimen yang menerapkan model TPS dan kelas kontrol yang menerapkan Pembelajaran Kooperatif. Pengumpulan data dilakukan melalui skala Likert untuk mengukur kerja sama dan interaksi sosial serta tes pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t sampel berpasangan, dan uji t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kerja sama, interaksi sosial, dan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model Pembelajaran Kooperatif. Pembelajaran dalam pasangan kecil pada model TPS mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, menciptakan interaksi sosial yang lebih intens, dan meningkatkan pemahaman konsep IPS secara lebih bermakna. Dengan demikian, model TPS dinilai lebih efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran IPS kelas VIII.
Copyrights © 2026