ABSTRACT Students’ mathematical conceptual understanding and critical thinking skills in Indonesia remain relatively low, as indicated by the 2022 PISA results and preliminary observations at SMP Negeri 14 Pesawaran. Although various innovative learning models have been implemented, studies examining the combined application of the Wondering, Exploring, Explaining (WEE) learning model and the Question Student Have (QSH) strategy remain limited. Therefore, this study aimed to investigate the effect of the WEE learning model integrated with the QSH strategy on students’ conceptual understanding and critical thinking skills. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sample consisted of three classes selected through cluster random sampling: Experimental Class 1 (WEE with QSH), Experimental Class 2 (WEE), and a Control Class (Discovery Learning). Data were collected using tests of conceptual understanding and critical thinking skills and analyzed using MANOVA at a 5% significance level. The results revealed that the WEE learning model integrated with the QSH strategy had a significant effect on students’ conceptual understanding and critical thinking skills and was more effective than the WEE model alone and conventional learning. In conclusion, the integration of the WEE learning model and the QSH strategy can serve as an effective alternative for improving students’ mathematical conceptual understanding and critical thinking skills. ABSTRAK Kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis matematis peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil PISA 2022 dan temuan awal di SMP Negeri 14 Pesawaran. Meskipun berbagai model pembelajaran inovatif telah diterapkan, penelitian yang mengkaji penerapan model pembelajaran Wondering, Exploring, Explaining (WEE) yang dipadukan dengan strategi Question Student Have (QSH) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran WEE dengan strategi QSH terhadap kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment). Sampel penelitian terdiri atas tiga kelas yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu kelas eksperimen 1 (WEE dengan QSH), kelas eksperimen 2 (WEE), dan kelas kontrol (Discovery Learning). Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan MANOVA pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran WEE dengan strategi QSH berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik serta lebih efektif dibandingkan model WEE tanpa strategi QSH maupun pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran WEE dengan strategi QSH dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis matematis peserta didik.
Copyrights © 2026