Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan biologis, kognitif, dan emosional yang pesat, sehingga membutuhkan asupan gizi optimal untuk pertumbuhan. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena adanya siklus menstruasi setiap bulan serta kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan. Anemia ditandai dengan kadar Hemoglobin (Hb) < 12 mg/dL yang mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri di Panti Asuhan Al-Amin Kota Sorong mengenai pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui pemaparan materi menggunakan media visual. Materi mencakup pengenalan gejala 5L (Letih, Lelah, Lesu, Lemah, Lalai), penyebab anemia seperti pola makan tidak seimbang dan infeksi, serta dampak buruknya terhadap fungsi kognitif dan daya tahan tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran peserta dalam mengonsumsi makanan kaya zat besi (hewani, nabati, dan sayuran hijau) serta pentingnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), terutama saat menstruasi. Selain itu, peserta diedukasi untuk menghindari konsumsi teh atau kopi saat makan yang dapat menghambat penyerapan zat besi. Kesimpulannya, edukasi ini menjadi langkah preventif penting untuk memastikan remaja putri tumbuh sehat dan optimal di lingkungan panti asuhan.
Copyrights © 2026