Keaktifan belajar siswa yang rendah, terutama dalam pembelajaran di Sekolah Dasar, merupakan masalah yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V SDN 28 Pontianak Kota yang berjumlah 28 orang dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, meskipun model yang diterapkan dalam hasil penelitian berbeda dengan tujuan awal, yaitu menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Pada Siklus I, keaktifan belajar siswa berada dalam kategori sedang, dan meningkat menjadi kategori tinggi pada Siklus II. Peningkatan keaktifan ini ditandai dengan meningkatnya minat dan motivasi belajar, perhatian, dan fokus pada materi ajar, presensi kehadiran, serta partisipasi dalam kegiatan tanya jawab.
Copyrights © 2026