Rendahnya capaian literasi sains dan numerasi siswa Indonesia dalam survei internasional PISA menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan konsep teoritis dengan kemampuan penerapan, analisis data, dan representasi grafis. Kondisi ini diperparah oleh pemisahan kaku antar mata pelajaran, khususnya kimia dan matematika, serta keterbatasan media pembelajaran terintegrasi berbasis teknologi di tingkat sekolah menengah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran terpadu kimia dan matematika menggunakan media interaktif GeoGebra, serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan literasi sains, kemampuan numerasi, dan respon siswa. Metode yang diterapkan meliputi pengembangan modul ajar, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi menggunakan tes awal-akhir dan angket respon. Peserta kegiatan adalah 24 orang siswa kelas X dan XI SMA Persiapan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dan analisis deskriptif persentase. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 4,42 pada tes awal menjadi 6,29 pada tes akhir (p < 0,001). Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam memvisualisasikan data eksperimen menjadi grafik dinamis dan memahami hubungan antar variabel dalam konteks laju reaksi kimia. Secara umum, respon siswa sangat positif, di mana 95,8% lebih menyukai pembelajaran berbasis media interaktif, dan 79,2% menyatakan integrasi kimia-matematika membuat pembelajaran lebih bermakna. Disimpulkan bahwa integrasi materi kimia dan matematika melalui GeoGebra efektif meningkatkan mutu pembelajaran, pemahaman konsep, serta keterampilan literasi sains dan numerasi siswa, sehingga layak diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sains berbasis teknologi.
Copyrights © 2026