Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan teknik penulisan naskah radio dan televisi dalam produksi program penyiaran, menguraikan perbedaan karakteristik penulisan naskah pada kedua media, serta menunjukkan pentingnya naskah sebagai pedoman kerja dalam proses produksi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari buku, jurnal akademik, artikel penelitian, dan sumber pustaka lain yang relevan dengan bidang penyiaran dan penulisan naskah media. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, yaitu dengan mengidentifikasi, membaca, mencatat, dan mengevaluasi berbagai referensi yang berkaitan dengan naskah radio, naskah televisi, proses produksi program siaran, serta peran penulis naskah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah memiliki fungsi penting sebagai pedoman dalam tahap praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi. Naskah radio lebih menekankan pada kekuatan audio, pilihan kata, intonasi, jeda, musik, dan efek suara, sehingga harus ditulis secara sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami pendengar. Sementara itu, naskah televisi menuntut keterpaduan antara unsur audio dan visual, seperti dialog, narasi, gambar, adegan, serta petunjuk teknis produksi. Dengan demikian, teknik penulisan naskah radio dan televisi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing media agar pesan dapat disampaikan secara efektif kepada audiens.
Copyrights © 2026