Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembangunan bangsa karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral. Pendidikan harus dilaksanakan secara proporsional dengan menyeimbangkan pengembangan intelektual dan pembinaan akhlak agar ilmu yang dimiliki peserta didik dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat. Hal ini sejalan dengan pandangan Ki Hajar Dewantara yang menyatakan bahwa pendidikan dan pengajaran merupakan usaha kebudayaan serta perguruan merupakan tempat persemaian benih-benih kebudayaan suatu bangsa. Dalam praktiknya, penanaman budaya religius di sekolah telah mulai diterapkan melalui berbagai program yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Implementasi budaya religius tersebut diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan bernuansa keagamaan yang selaras dengan visi dan misi sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan yang unggul dan berkualitas. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pelaksanaan budaya religius memerlukan peran aktif kepala sekolah, guru, dan seluruh warga sekolah dalam mengelola kegiatan keagamaan serta membimbing peserta didik agar terbiasa menjalankan ibadah dan menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari
Copyrights © 2025