Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah daerah, yang terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung, terhadap pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel, studi ini mengolah data sekunder dari laporan realisasi APBD dan Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pemerintah, khususnya belanja langsung yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sebaliknya, belanja tidak langsung (seperti belanja pegawai) cenderung kurang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB). Temuan ini mengindikasikan pentingnya reorientasi kebijakan fiskal daerah agar lebih produktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan alokasi belanja untuk sektor-sektor yang produktif dan mengurangi pengeluaran operasional yang konsumtif.
Copyrights © 2026