Pendapatan nasional merupakan indikator utama yang sering digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan suatu negara. Namun, dalam perkembangan ekonomi modern, penggunaan indikator ini menuai berbagai kritik karena dinilai belum mampu menggambarkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendapatan nasional sebagai indikator kesejahteraan berdasarkan kajian literatur ekonomi modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan buku ekonomi dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan nasional masih relevan sebagai indikator makroekonomi, namun memiliki keterbatasan karena tidak mencerminkan distribusi pendapatan, kualitas hidup, dan aspek lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan multidimensional dengan mengombinasikan indikator lain seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Gini Ratio, dan indikator kesejahteraan subjektif.
Copyrights © 2026