Penerapan e-government di wilayah rural sering kali menghadapi kendala berupa fenomena website desa yang “mati suri” akibat rendahnya kompetensi sumber daya manusia yang mengelolanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat Desa Budi Lestari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dalam mengelola website resmi desa sebagai media transparansi dan pelayanan publik. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research melalui tahapan Plan, Do, dan See, dengan melibatkan 30 peserta aktif. Intervensi dilakukan melalui bimbingan teknis dan pendampingan intensif berbasis praktik langsung (hands-on) dan one-on-one mentoring. Peningkatan kompetensi diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test yang mencakup tiga domain utama, yakni teknis CMS, jurnalistik konten, dan keamanan data. Hasil analisis data menunjukkan adanya lonjakan rata-rata skor kompetensi peserta yang sangat signifikan sebesar 141,1%, dari rata-rata nilai awal (pre-test) 35,27 menjadi 85,03 pada nilai akhir (post-test). Peningkatan tertinggi terjadi pada domain kompetensi keamanan dan akuntabilitas digital yang mencapai 189,7%. Pasca-pendampingan, masyarakat telah mandiri dalam mempublikasikan infografis APBDes dan rilis berita kegiatan, serta telah cakap mengelola etalase digital branding produk lokal. Formula pengintegrasian infrastruktur teknologi yang berjalan paralel dengan pendampingan intensif ini terbukti efektif mengurai risiko ketidakberlanjutan sistem dan berhasil menumbuhkan rasa kepemilikan mitra menuju tata kelola smart village yang mandiri.
Copyrights © 2026